Hukum Waris
Adat Jawa.
Berlandaskan semangat kerukunan keluarga, musyawarah mufakat, dan keadilan yang dirasakan bersama.
"Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah"
Pepatah Jawa

Metode Pembagian
Dua Pilar
Adat Jawa.

"Sing lanang mikul, sing wadon nggendong"
Pembagian Proporsional Tradisi Jawa
Metode warisan berdasarkan asas musyawarah keluarga mengikuti tradisi Jawa asli. Laki-laki dianggap 'memikul' beban tanggung jawab nafkah keluarga yang lebih berat sehingga mendapat porsi ganda (2 bagian), sedangkan perempuan 'menggendong' sehingga mendapat 1 bagian.
☸ Filosofi
Laki-laki memikul (sepikul = beban di pundak), perempuan menggendong (segendongan = beban di punggung). Perbedaan porsi mencerminkan tanggung jawab publik & nafkah.

"Mangan ora mangan kumpul"
Pembagian Sama Rata (Dum-Duman)
Metode berdasarkan asas 'mangan ora mangan kumpul' (makan tidak makan tetap bersama). Harta dibagi sama rata (1:1) tanpa memandang gender. Fokus pembagian murni pada garis keturunan dan kebersamaan.
☸ Filosofi
Semua anak adalah keturunan yang sama, hak atas harta warisan tidak bergantung pada jenis kelamin. Asas gotong-royong dan kerukunan keluarga.
Perbandingan Metode
Aspek
⚖ Sepikul Segendongan
🤝 Kum-Kum Kupat
Dasar Hukum
Tradisi proporsional Jawa
Asas kesamaan & kerukunan
Rasio L : P
2 : 1
1 : 1 (Sama Rata)
Filosofi
Beban tanggung jawab berbeda
Kesetaraan hak keturunan
Gono-Gini
Dipotong 50% (opsional)
Dipotong 50% (opsional)
Penerapan
Masyarakat Jawa tradisional
Masyarakat Jawa modern
Keputusan
Musyawarah keluarga
Musyawarah keluarga

Konsep Kunci
Hukum Adat
yang Perlu Dipahami.

Harta Gono-Gini
Harta yang diperoleh selama pernikahan dipotong 50% terlebih dahulu untuk pasangan yang masih hidup.
"Gono-gini iku bandha sesarengane"

Musyawarah Keluarga
Pembagian waris selalu berdasarkan rembug keluarga. Metode dipilih lewat kesepakatan bersama.
"Rembug bareng, penak bareng"

Ahli Waris Pengganti
Jika ahli waris meninggal lebih dulu, bagiannya diwakilkan oleh keturunannya (cucu pewaris).
"Turune nggenteni panggonane"

Anak Angkat
Anak pupon punya hak atas harta pencarian (gono-gini), tidak atas harta bawaan (gawan).
"Anak pupon oleh gono-gini"


"Waris kudu adil, keluarga kudu rukun"
Siap Menghitung
Waris Adat Jawa?
Gunakan kalkulator kami yang sudah mengimplementasikan Sepikul Segendongan & Kum-Kum Kupat.